Indonesia & UNICEF Jalin Kerjasama Pengadaan Vaksin dengan Harga Terjangkau

- 16 September 2020, 16:28 WIB
Ilustrasi vaksin /RDIF

 

LINGKAR MADIUN- Indonesia resmi melakukan kerjasama dengan UNICEF  untuk menghadirkan vaksin dengan harga terjangkau . Hal ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan UNICEF pada Rabu (16/9).Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyatakan adanya kerjasama tersebut  menjadi satu realisasi pemerintah dalam mempersiapkan infrastruktur untuk pengadaan dan distribusi vaksin covid-19.

“Dengan MoU ini diharapkan  jika vaksin melalui mekanisme multilateral sudah ada, maka semua infrastruktur yang diperlukan sudah siap sehingga tidak terjadi delay dalam distribusinya,” terangnya.

Menurut Retno, dalam rangka mengupayakan kemudahan akses dan  vaksin dengan harga yang terjangkau, Indonesia telah lama menjalin kerjasama internasional  dan komunikasi secara intensif dengan WHO ,  GAVI dan  CEPI yang lebih dulu mempelopori  COVAX Facility.

Baca Juga: Segera Cek, Data Survei 81,1 Persen Publik Pilih Terapkan Protokol Kesehatan Covid 19

Baca Juga: Satgas Covid-19 : Masker Scuba dan Buff Kurang Tepat Untuk Pencegahan Covid-19

“Dengan masuknya Indonesia pada COVAX Facility, maka Indonesia mendapatkan jaminan akses terhadap vaksin COVID-19 yang terjangkau dan berkualitas untuk 20% populasi beresiko pada akhir 2021,” ungkap Menlu.

Nantinya, pengadaan dan pembelian vaksin akan dilakukan melalui Supply Division UNICEF yang berkedudukan di Copenhagen, Denmark. Lebih lanjut Perwakilan UNICEF, Debora Comini, menjelaskan dengan adanya kemitraan ini akan sangat memungkinkan bagi  Indonesia untuk dapat membeli vaksin dalam jumlah yang besar namun dengan harga yang relatif rendah.

Menurut Debora, kesepakatan ini berawal dari kondisi pandemi yang membuat kebutuhan vaksin semakin banyak  bagi setiap negara . Maka dengan kesepakatan ini, negara Indonesia khususnya bisa mendapatkan kemudahan akses vaksin dan obat-obatan baru.

Halaman:

Editor: Yeha Regina Citra Mahardika

Sumber: ANTARA, Kemenkes


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X