KNKT: Pengunduhan Data Black Box FDR Sriwijaya Air SJ 182 Butuh Waktu 2 – 5 Hari

12 Januari 2021, 21:29 WIB
Kotak hitam milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182 disimpan dalam kotak bening berisi air. /twitter.com/SAR_NASIONAL

Lingkar Madiun – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa pengunduhan rekaman data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR) dari black box (kotak hitam) milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182 membutuhkan waktu sekira 2 hingga 5 hari.

Hal ini disampaikan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Jakarta pada hari Selasa, 12 Januari 2021.

"Sekali lagi kami mohon doanya terkait pengunduhan data dapat dijalankan dengan lancar. Sekali lagi kami membutuhkan waktu kira-kira 2-5 hari baru bisa mengunduh data," ucap Soerjanto.

Baca Juga: Tiga Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Berhasil Teridentifikasi, Berikut Identitasnya

Baca Juga: Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi Satu Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Ini Identitasnya

Soerjanto juga mengatakan bahwa dia merasa bersyukur dengan diketemukannya kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182 karena alat inilah yang memiliki rekaman data penerbangan pesawat tersebut.

"Apakah data ini bisa terbaca atau tidak, KNKT akan menyampaikan kepada teman-teman media bahwa kalau datanya bisa terbuka dan isinya seperti apa nanti juga kami akan sampaikan secara garis besarnya," tutur Soerjanto.

Terkait keberhasilan penemuan kotak hitam,  KNKT mennyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak, seperti anggota TNI, Basarnas, dan para pemangku kepentingan, yang telah bekerja keras melaksanakan operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Sebelumnya, kotak hitam tersebut ditemukan di perairan Kepulauan Seribu pada pukul 16.30 WIB.

Kemudian, Petugas gabungan TNI AL membawa kotak hitam ke Dermaga JICT II Tanjung Priok.

Kotak hitam itu disimpan di dalam kotak bening berisi air yang berwarna kecokelatan. Lalu, kotak tersebut dibawa oleh Dansatgasla Operasi SAR Sriwijaya Air Laksamana Pertama Yayan Sofyan dan Direktur Operasional Puskopaska Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi.

Baca Juga: Tim Penyelam Temukan Gaun Pengantin Diduga Milik Korban Sriwijaya Air SJ-182

Kotak hitam merupakan sebuah kumpulan perangkat untuk transportasi. Di pesawat terbang, kotak hitam ini memiliki perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (Cockpit Voice Recorder/CVR).

Kotak hitam ini digunakan untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan Air Traffic Control (ATC) atau pemandu lalu lintas udara.

Selain itu, kotak hitam ini digunakan untuk mengetahui kondisi cuaca dan tekanan udara selama penerbangan.

Meski disebut kotak hitam, perangkat ini berbentuk seperti silinder yang berwarna oranye. Warna terang ini berguna untuk memudahkan pencarian apabila pesawat mengalami kecelakaan.***

Editor: Rendi Mahendra

Sumber: ANTARA Gorontalo

Tags

Terkini

Terpopuler