Jangan Konsumsi Alpukat Seperti Ini, Dipenuhi Bakteri Berbahaya, Berpotensi Beracun Bagi Tubuh

- 1 Juni 2022, 17:25 WIB
Ilustrasi: Buah alpukat
Ilustrasi: Buah alpukat /Pixabay/Coyot

LINGKAR MADIUN - Alpukat termasuk salah satu buah populer yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai macam hidangan, misalnya sebagai pelengkap roti bakar, salad, puding, dan makanan lainnya.

Food & Drug Administration (FDA) memperingatkan bahwa menyimpan alpukat bisa menjadi potensi risiko bagi kesehatan.

Pasalnya, jika alpukat telah rusak atau bertekstur lembek maka berpotensi dapat membuat sakit jika dikonsumsi.

Baca Juga: Nasib Tidak Jelas Tentara Ukraina Usai Menyerah di Azovstal, Akankah Berakhir Dihukum Mati?

Menurut Healthline, buah alpukat yang tengik dapat mengakibatkan pembentukan senyawa yang berpotensi beracun yang dapat mengeluarkan bau dan rasa kimiawi.

Jika kamu ingin mengetahui seberapa segar buah alpukat, mulailah dengan melihat kecerahan kulitnya.

Buah alpukat yang kurang matang akan berwarna hijau lebih terang, sedangkan buah yang lebih gelap akan mendekati kematangan.

Baca Juga: Cek Fakta: Eril Dikabarkan Sudah Ditemukan di Sungai Aare, Swiss, Simak Begini Faktanya

Alpukat yang masih terasa terlalu keras masih memiliki waktu untuk matang sebelum siap untuk dimakan, tetapi alpukat yang terasa lembek atau berlubang telah melewati masa jayanya dan harus dibuang.

Jika kamu melihat jamur di mana saja di dalam atau di buah, bintik-bintik coklat dan hitam besar di seluruh daging, tekstur berserabut, atau garis-garis gelap pada buah, itu pertanda bahwa alpukat cenderung tengik dan terlalu berbahaya untuk dimakan.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh FDA pada tahun 2018, alpukat sebenarnya dapat dipenuhi dengan mikroorganisme berbahaya seperti bakteri Salmonella dan monocytogenes. Kedua bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit serius dan berpotensi fatal jika dikonsumsi.

Jika kamu berencana untuk memotong kulit atau mengupas produk sebelum makan, tetap penting untuk mencucinya terlebih dahulu agar kotoran dan bakteri tidak berpindah dari pisau ke buah.***

Editor: Ninda Fatriani Santyra

Sumber: Best Life Online


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah