MUI: Hari Raya Idul Adha 1443 H Berpotensi Berbeda, Masyarakat Dihimbau Menunggu Hasil Sidang Isbat

- 23 Juni 2022, 11:45 WIB
MUI menghimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat penentuan Hari Raya 1443 H.
MUI menghimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat penentuan Hari Raya 1443 H. /mui.or.id

LINGKAR MADIUN - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat oleh Kementerian Agama yang melibatkan Ormas-ormas Islam serta MUI.

MUI menyebutkan potensi perbedaan Hari Raya Idul Adha 1443 H bisa terjadi karena penentuan 1 Dzulhijjah bisa saja terjadi pada 30 Juni 2022 atau 1 Juli 2022.

Proses penentuan 1 Dzulhijjah ini pasti berpengaruh pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 H yang akan berlangsung antara 9 Juli atau 10 Juli 2022.

Baca Juga: Chelsea Harus Rela Kehilangan Perempuan Cantik Ini di Jajaran Manajemen, Begini Penjelasannya

Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi, KH Abdullah Jaidi mengatakan proses penentuan hilal menganut wujudul hilal dan atau rukhiyatul hilal.

"Ketinggian derajat hilal sepakat ahli hisab kurang lebih dua derajat. Menurut perhitungan MABIMS itu masih di bawah 3 derajat kemungkinannya bisa dilihat, tapi walaupun demikian, keharusan untuk melihat rukhiyatul hilal," tutur Kiai Jaidi dikutip Lingkar Madiun dari laman mui.or.id.

Lebih lanjut, Kiai Jaidi menjelaskan bahwa ada 2 perhitungan hilal 1 Dzulhijjah diantaranya Wujudul Hilal dan Rukhyah. Perhitungan Wujudul Hilal ini biasanya digunakan oleh Muhammadiyah. Dalam arti penentuan awal bulan Dzulhijjahnya ditentukan jika sudah melihat 0 plus wujud.

Baca Juga: Sudah Dapatkan 3 Pemain Bintang, Bayern Munchen Masih Menginginkan Satu Pemain Bintang Ini

Berbeda dengan hitungan Rukhiyah, jika masih 0 koma sekian atau 1 drajat itu artinya hilal masih sangat tipis dan tidak bisa dilihat.

"Sehingga tanggal 1 Dzulhijjah itu jatuh pada tanggal 1 Juli 2022. Nah dalam hal ini bagaimanapun juga harus dilihat rukhyatul hilal, sukur-sukur pada malam 30 Dzulqoidah bisa terlihat hilal ketinggian 2 derajat sekian, kalau ternyata ada yang melihat hilal maka esok harinya tanggal 30 Juni itu sudah menjadi 1 Dzulhijjah," tutur Kiai Jaidi.

Halaman:

Editor: Ninda Fatriani Santyra


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x