Rusia Kerahkan Rudal Jangkauan Terluas di Dunia, Dipastikan Melawan Pertahanan AS dan NATO

24 April 2022, 19:35 WIB
Rusia akan Uji Coba ‘Satan 2’, Nuklir yang Disebut Mampu Hantam Amerika dan Eropa /Instagram @leadervladimirputin

LINGKAR MADIUN - Direktur Jenderal Badan Antariksa Rusia (Roscosmos) Dmitry Rogozin pada 23 April mengumumkan bahwa negara itu akan mengerahkan rudal balistik antarbenua Sarmat paling lambat musim gugur tahun ini.

"Rudal ini lebih kuat dari senjata strategis lainnya, termasuk rudal Minuteman-III AS, baik dari segi jangkauan maupun kekuatan hulu ledaknya," kata Rogozin.

Menurut Rogozin, faktor teknis membuat rudal Sarmat mampu melawan sistem pertahanan AS dan NATO, baik sekarang maupun di masa depan.

“Ini adalah kesuksesan besar bagi insinyur kami. Kami sangat bangga,” katanya.

Baca Juga: 4 Shio Ini Hokinya Mengalir Deras, Dewa Rezeki dan Dewi Cinta Selalu Bersamanya hingga Lebaran 2022

Sebelumnya, pada 20 April, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan telah berhasil menguji coba rudal jenis ini dari situs peluncuran Plesetsk di wilayah Arkhangelsk.

Targetnya terletak di semenanjung Kamchatka di Timur Jauh, hampir 6.000 km dari lokasi peluncuran.

“Sarmat adalah rudal paling kuat dengan jangkauan terluas di dunia. Ini secara signifikan meningkatkan kekuatan tempur pasukan nuklir strategis Rusia," kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Badan itu mengatakan roket itu selesai seperti yang diharapkan untuk semua tahap penerbangan.

Baca Juga: Mengenal 5 Fauna Endemik Indonesia, Mari Belajar mengenal Alam dan Beragam Jenis Satwa

Media Rusia melaporkan bahwa Presiden Vladimir Putin diberitahu tentang peluncuran tersebut.

Putin mengucapkan selamat kepada militer Rusia, serta menyatakan rudal baru ini tidak memiliki produk serupa di dunia.

"Senjata unik ini akan meningkatkan potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal, dan memaksa mereka yang bernada 'agresif'. Mencoba mengintimidasi negara kita untuk berpikir ulang," kata presiden Rusia tersebut.***

Editor: Khoirul Ma’ruf

Sumber: Al Jazeera

Tags

Terkini

Terpopuler