Pesta Demokrasi AS , Mulai dari Pemilihan Presiden Hingga Terpilihnya Legislator Muslim

- 5 November 2020, 20:29 WIB
Ilustrasi Amerika Serikat /pexels/cottonbro
Ilustrasi Amerika Serikat /pexels/cottonbro /

 

LINGKAR MADIUN - Gelaran pesta demokrasi Pemilu AS semakin hangat diperbincangkan publik. Bagaimana tidak persaingan antara Donald Trump dan Joe Biden semakin ketat. Kepastian kemenangan Joe Biden di Negara bagian Wiscosin dan Michigan yang memiliki 264 suara electoral hanya membutuhkan 6 suara lagi untuk dapat terpilih sebagai Presiden AS

Sementara lawannya Trump merasa tidak terima akan hasil poling tersebut,  seorang yang masih menjadi Presiden AS tersebut meminta staf Gedung Putih melakukan perhitungan suara ulang di beberapa wilayah.

Dilansir dari RRI, Joe Biden memerlukan satu kemenangan lagi di negara bagian untuk menjadi presiden AS. Namun Donald Trump mendahului mengumumkan  kemenangannya  karena sebagian wilayah dianggap telah menyumbangkan suara bagi kemenangan Trump. Selain itu,  manajer kampanye Donald Trump, Bill Stepienjuga memberikan pernyataan resmi untuk penghitungan suara lagi di Wisconsin karena diduga ada pelanggaran.

Baca Juga: DPR RI : Aset Nasional di Perbatasan Laut Cina Selatan Perlu Diwaspadai.

Bukan tanpa sebab manajer kampanye Trump menyebutkan adanya pelanggaran hukum yang ada di Wisconsin yang membuat tim kampanye Trump juga mengajukan beberapa gugatan di wilayah bagian Michigan dan Pennsylvania untuk menghentikan penghitungan suara karena tidak diberikan akses peninjauan yang layak.

Tim kampanye trump memberikan alasan karena dalam menghitung surat suara yang ada di Pennsylvania dikirim lewat pos. Hal dasar itulah yang membuat tim kampanye Trump membuat gugatan langkah hukum ke mahkamah agung atas kejadian tersebut. Dalam perhitungan suara saat ini Negara bagian Texas dan Ohio memiliki suara kemenangan Donald Trump. Negara bagian new Hampshire dan Minnesota memiliki suara kemenangan joe biden yang disusul juga dari suara Arizona yang sebelumnya trump unggul di wilayah Arizona.

Baca Juga: Kalahkan Trump, Biden Pecahkan Rekor Suara Terbanyak di Pilpres AS

Tak hanya pemilihan presiden AS,  yang tak kalah mengagetkan lagi, dalam sejarah politik US, pemilihan legislator dari partai demokrat telah mencatat sejarah untuk pertama kalinya dimana terpilih 5 politisi muslim  secara perdana yang kini menjadi bagian dari mereka.

Dari kelima legislator muslim antara lain Mauree Turner yang menjadi anggota dewan pada bagian Negara Oklahoma, Madinah Wilson-anton menjadi bagian anggota legislative Delaware, Iman Jodeh menjadi anggota dewan Colorado, Samba Baldeh menjadi majelis di Negara bagian Wisconsin lalu Christoper Benjamin menjadi anggota dewan mewakili distrik 107 negara bagian Sunshine.

Baca Juga: Tanggapi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III, Sri Mulyani: The Worst Is Over!

 “Mereka adalah bagian dari generasi baru pemimpin Muslim Amerika yang mengubah keterlibatan sipil komunitas kami melalui pengorganisasian relasional yang efektif. Aktivis wanita Muslim, ahli strategi kampanye, dan politisi sedang membangun koalisi yang beragam untuk memperjuangkan keadilan dalam perawatan kesehatan kami, hukum pidana, kebijakan imigrasi, dan setiap isu yang memengaruhi kehidupan Amerika,” kata Mohammed Missouri, Direktur Eksekutif Pusat Advokasi Politik Teknologi Pendidikan Keadilan.

Dalam kejadian tersebut Biden yang telah didukung oleh beberapa pejabat dari organisasi muslim amerika akan berjanji memasukan warga muslim ke pemerintahannya dan mencabut larangan warga muslim yang bekerja di pemerintahan semenjak larangan dari Donald Trump.***

Editor: Yeha Regina Citra Mahardika

Sumber: RRI RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah