Tegang! Menteri Pertahanan Taiwan Perkirakan China Bisa Serang Taiwan pada Tahun 2025

- 13 Oktober 2021, 10:38 WIB
Pada tahun 2025, China diprediksi bisa melakukan invasi secara penuh ke Taiwan.
Pada tahun 2025, China diprediksi bisa melakukan invasi secara penuh ke Taiwan. /The Telegraph

LINGKAR MADIUN - Menteri Pertahanan Nasional Taiwan Chiu Kuo-cheng pada Rabu, 6 Oktober 2021, mengatakan bahwa China secara militer mampu meluncurkan invasi skala penuh ke Taiwan pada tahun 2025.

"China memiliki kemampuan untuk menyerang Taiwan sekarang, dan akan mampu melakukan invasi skala penuh pada tahun 2025," ungkap Chiu seperti yang dikutip dari CNA.

Pernyataan Chiu disampaikan kepada wartawan sebelum diadakannya sesi legislatif untuk meninjau rancangan undang-undang pertahanan.

Baca Juga: 5 Gejala Ini Sering Dilewatkan, Bisa Jadi Peringatan Kanker Tenggorokan yang Menyebar Cepat ke Semua Organ 

"Ketegangan di Selat Taiwan saat ini benar-benar yang paling suram yang pernah saya lihat dalam lebih dari 40 tahun dinas militer," tambah Chiu.

Chiu menambahkan, apabila China menginvasi Taiwan sekarang, maka biaya yang harus mereka keluarkan sangatlah besar.

Namun jika serangan tersebut dilakukan pada tahun 2025, Beijing dapat menurunkan biaya perang dan meluncurkan invasi skala penuh.

Baca Juga: Kabar Gembira! Minuman Herbal Ini, Ampuh Cepat Turunkan Kolesterol secara Alami 

Sebagai informasi, rancangan undang-undang pertahanan telah mengusulkan peningkatan kemampuan Angkatan Udara dan Angkatan Laut Taiwan dengan biaya 240 miliar dolar baru Taiwan atau setara Rp1,2 triliun.

Biaya tersebut nantinya akan digunakan untuk pengadaan dan pengembangan sistem persenjataan dan pertahanan.

Rancangan undang-undang mengusulkan bahwa 64 persen pengeluaran dialokasikan untuk senjata anti-kapal yang diproduksi di dalam negeri.

Baca Juga: 19 Gejala Kanker Paru-paru Ini Penting untuk Deteksi Dini, Berwajah Bulan Hingga Terjadi Perubahan Suara 

Adapun sisanya digunakan untuk pengembangan dan pemasangan rudal anti-kapal Hsiung Feng.

Chiu mengatakan Kementerian Pertahanan Nasional mengusulkan anggaran yang begitu besar untuk penelitian dan pengembangan rudal anti-kapal Hsiung Feng karena memberikan manfaat strategis yang jelas dan dapat diproduksi dengan cepat.

Baca Juga: Menlu Afghanistan Menginginkan Hubungan Baik Membutuhkan Lebih Banyak Waktu untuk Pendidikan Anak Perempuan 

Keputusan untuk memperkuat pertahanan laut dan udara Taiwan merupakan bentuk respons terhadap peningkatan provokasi yang dilakukan oleh China baru-baru ini di perairan teritorial Taiwan dan serangan ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ). ***

Editor: Dwiyan Setya Nugraha


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah