Bersiap Hadapi Serangan dari China, Taiwan Pilih Aktifkan Lagi Program Wajib Militer

2 Oktober 2021, 10:30 WIB
Taiwan mengaktifkan kembali kebijakan wajib militer. /Asian Military Review

LINGKAR MADIUN - Taiwan kini harus bersiap menghadapi ketegangan dan panasnya hubungan dengan China.

Melihat hal tersebut, militer Taiwan kini mulai mencari beberapa unit pasukan untuk dijadikan sebagai pasukan cadangan.

Militer cadangan ini nantinya akan menjadi wadah bagi masyarakat umum agar bisa berpartisipasi dalam mempertahankan Taiwan dari agresi China.

Baca Juga: Ganda Campuran Praveen dan Melati Kalah, Tim Indonesia Gagal Melaju ke Semi Final Piala Sudirman 2021 

Dilansir lingkarmadiun.pikiran-rakyat.com dari CNA pada 27 September 2021, dijelaskan bahwa masyarakat yang memenuhi syarat usia dan kesehatan akan dipanggil dan wajib mengikuti pelatihan militer.

Wajib militer di Taiwan akan kembali ditugaskan ke unit militer lapangan di seluruh negeri, termasuk di pulau-pulau lepas pantai setelah menyelesaikan pelatihan dasar mereka.

Saat ini, masa dinas militer empat bulan untuk semua pria yang memenuhi syarat di Taiwan dibagi menjadi dua tahap.

Baca Juga: Jika Anda Sering Lemas, Segera Konsumsi Rempah-rempah Ini, Tanpa Resep Dokter Penyakit Musnah

Tahapan pertama adalah lima minggu pelatihan dasar di kamp pelatihan, dan sebelas minggu pelatihan khusus di pusat pelatihan cabang militer (di dekat tempat tinggal peserta).

Berdasarkan pengumuman pada Senin, 25 September 2021 lalu, pelatihan akan dimulai pada bulan Oktober.

Wajib militer akan ditugaskan ke unit lapangan setelah menyelesaikan pelatihan dasar mereka untuk lebih membiasakan diri dengan operasi unit lapangan dan membuat mereka siap tempur.

Baca Juga: 5 Rahasia Dahsyat Kalimat Kun Fayakun, Mengandung Keutamaan Luar Biasa yang Jarang Diketahui 

Setelah itu, mereka akan menjalani undian lotre untuk memutuskan unit mana yang akan ditempati selama sisa dinasnya.

Pemerintah Taiwan berupaya mempersiapkan mereka lebih baik untuk pertempuran guna memenuhi tujuan militer untuk menggabungkan pasukan aktif dan cadangan.

Menurut Han Gan-ming, kepala Kantor Mobilisasi Pertahanan Taiwan, wajib militer akan membuat Taiwan memiliki 215.000 tentara cadangan.

Baca Juga: Performa Barcelona Kian Menurun, Pihak Klub Pilih Cari Pelatih Baru Pengganti Ronald Koeman 

Ratusan ribu pasukan cadangan tersebut nantinya juga dapat dimobilisasi dalam waktu 24 jam bersama 78.000 prajurit aktif yang akan ditempatkan secara siaga apabila perang pecah.

Han juga menambahkan, para tentara yang diberhentikan dari militer selama delapan tahun terakhir akan masuk ke dalam pasukan cadangan.

Baca Juga: Bikin Sedih, Indigo Ini Sebut Kembalinya Pusaka Diponegoro ke Indonesia Sebelum Covid-19 Isyaratkan Hal Ini

Dengan masuknya mereka ke pasukan cadangan, maka tenaganya akan sangat berguna ketika perang dengan China pecah karena mereka lebih siap tempur. ***

Editor: Dwiyan Setya Nugraha

Tags

Terkini

Terpopuler