Ternyata Begini Cara Pelaku Kejahatan Ambil Alih Nomor Ponsel Seseorang, Cegah dengan Langkah Berikut Ini!

29 Oktober 2021, 09:25 WIB
Ilustrasi Cara Pelaku Kejahatan Ambil Alih Nomor Ponsel Seseorang. /Pixabay/StockSnap

LINGKAR MADIUN- Seiring dengan perkembangan dunia digital yang semakin pesat, beragam kejahatan digital pun semakin marak terjadi di masyarakat.

Salah satu kejahatan yang banyak terjadi dilakukan pelaku dengan menukar kartu Subscriber Indentity Modul (SIM) seseorang atau sering disebut SIM swap.

SIM swap memungkinkan pelaku kejahatan mengambil alih nomor ponsel seseorang hingga mereka dapat mengakses akun perbankan korban.

Baca Juga: Penderita Darah Tinggi, Kontrol Tekanan Darah, Tak Perlu Suplemen Obat Kimia Mahal, Cukup Makan Kacang Ini

Lalu bagaimana pelaku tersebut dapat mengambil alih nomor ponsel seseorang?

Sebagaimana dilansir LingkarMadiun.com melalui infografis pada laman antaranews.com disebutkan 4 langkah yang dilakukan pelaku saat melakukan SIM swap

  1. Pelaku mengumpulkan informasi perbankan milik korban yang didapat dari situs phising, atau membeli data nasabah dari sindikat.

 Baca Juga: Bagi Usia Lansia, Tanpa Suplemen Mahal, Makan Biji Ini, Penangkal Penyakit Kronis Jaga Fungsi Ginjal

  1. Pelaku mendatangi operator seluler dengan menggunakan identitas palsu dan meminta penggantian kartu SIM milik korban.
  2. Operator seluler menerbitkan kartu SIM pengganti dan menonaktifkan kartu SIM yang masih digunakan korban.
  3. Pelaku melakukan transaksi finansial, di mana sandi sekali pakai (OTP) akan dikirim ke nomor SIM baru.

 Baca Juga: Tidur Kurang dari Enam Jam Ternyata Bisa Tingkatkan Resiko Kematian Dini? Simak Begini Penjelasannya

Oleh karena itu bagi pengguna media digital sangat perlu untuk melindungi data pribadi mereka agar tidak terjerat dalam tindak kejahatan SIM swap.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah terjadinya kejahatan digital:

  1. Tidak memberikan kode OTP, username, password kepada siapapun.
  2. Mengganti password secara berkala,
  3. Tidak mempublikasikan data pribadi terutama di media sosial.

 Baca Juga: Nigeria Diserang Teroris, 18 Jemaah Masjid Ditembaki Hingga Tewas Saat Melaksanakan Salat Subuh

Yang termasuk data pribadi meliputi Identitas pribadi (nama, foto wajah, biometrik, DNA), data kependudukan (keterangan kelahiran, kematian, pernikahan, keluarga, hukum, perpajakan), data perjalanan (paspor, visa, rencana perjalanan, tiket transportasi).

Selain itu juga data komunikasi (nomor telepon, surel, IP Address, konten telekomunikasi, media sosial, data medis (sertifikat vaksin, penyakit, rekam medis, data pengobatan, transfusi darah), serta data ekonomi (keterangan pekerjaan, pendidikan, perniagaan)

  1. Waspada terhadap tautan mencurigakan yang meminta data pribadi.

 Baca Juga: Tips Bebaskan Tekanan Darah Tinggi, Para Ahli Saran, Makan Sayur Ini Ampuh Normalkan Tekanan Darah

Biasanya tautan tersebut berkedok pesan berantai subsidi pulsa atau kuota internet dari dari nomor tidak tidak resmi, SMS menang undian dari nomor tidak resmi.

Selain itu bisa juga dengan modus panggilan wawancara kerja palsu, aplikasi pinjaman online ilegal, atau pembajakan kartu kredit saat belanja daring.

  1. Mengaktifkan notifikasi perbankan melalui email atau SMS.
  2. Menggunakan software asli.
  3. Rutin mencadangkan data penting.

Namun jika mengalami tindak kejahatan SIM swap dapat segera menghubungi call center operator seluler kemudian melakukan pemblokiran terhadap nomor ponsel dan nomor rekening.***

Editor: Dwiyan Setya Nugraha

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler